Rabu, 26 Oktober 2016



Wanita Terhebat


            Erlina Sungkawati adalah ibu dari 2 anak. I sungguh disiplin dalam mendidik dan mengajari anaknya untuk selalu tepat waktu. Ia selalu memberika senyman kepada semua orang , bersikap loyal , dan selalu menerima dengan terbuka. Perjuangannya untuk menempuh pendidikan setinggi langit menjadi inspirasi bagi bnyak orang, khususnya kesua putirnya. Karakter yang sangat mencolok dari dirinya adalah rasa peduli dan khawatir terhadap orang lain, khususnya anak – amaknya. 
            Erlina Sungkawati lahir pada tanggal 25 Agustus 1969 di Kendal. Ia merupkan anak ke tiga dari empat bersaudara dari pasangan Sudarno Hadi dan Trimurni. Kedua orang tuanya bekerja sebagai seorang guru. Ia dan orang tuanya tinggal di Kampung Pugeran, Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Sejak kecil beliau dan keempat saudaranya sudah dilatih oleh rang tuanya rasa mandiri, disiplin, dan jangan mudah malas dalam menuntut ilmu. Meskipun berasal dari keluarga yang cukup mampu pada saat itu, ia tidak pernah hidup secara mewah dan hidup untuk prihatin terhadap keadaan.
            Diumurnya yang ke-6 tahun pada tahun 1975, beliau mulai masuk ke bangku sekolah dasar di SD Bendosari 2. Saat masih duduk di sekolah dasar, setiap berangkat sekolah diantar oleh ayahnya. Dengan penuh semangat mereka berjalan bersama, walaupun jarak dari rumah ke sekolah sejauh 2 km. Beliau dari rumah berangkat pukul 06.00 WIB  dan membutuhkan waktu 20 menit untuksampai disana. Orang tuanya memiliki cara unik untuk melatih hitungan dan mengingat angka. Setiap malam sebelum tidur, beliau dibiasakan untuk menghafal perkalian dari angka 1 sampai dengan 10 atau pelajaran yang telah diplajari tadi saat sekolah.hal itu yang membuat ia memiliki prestasi di sekolahnya.
            Setelah lulus dari SD, beliau melanjutkan sekolah ke bangku menengah pertama di SMP Negeri 1Tersono, Kabupaten Tersono. Memasuki bangku SMP tahun 1982 perjalanan menempuh sekolah cukup berat. Ia harus melewati 3 sungai yaitu sungai Lampir, sungai Bandung,dan sungai Belan serta melewati jembatan bambu yang sudah rusak. Jarak dari rumah ke sekolah sangat jauh yaitu 10 km dan membutuhkan waktu 1 jam berjalan kaki. Jika hujan turun , ia harus menunggu hujan sampai reda, karena air sungai sedang deras. Terkadang sampai dirumah hari sudah malam. Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat.
            Lulus dari bangku SMP, ia dan ketiga saudaranya diajak pindah ke Magelang oleh kakak dari ibuny untuk menemani budhenya yang tinggal sendiri disana. Namun kedua orang tua beliau tidak dapat ikut ke Magelang, karena harus merawat ternak ayam dan sapi, serta mengurus sawah. Tahun 1984, ia mendaftarkan diri ke SMA Kristen 1 Magelang. Ia bertempat tinggal di Jln. Brigjen Katamso no. 2 Bayeman. Saat duduk dibangku SMA , ia masih saja berjalan kaki kesekolah seperti waktu tinggal bersama kedua orang tuanya.
            Selesai menempuh pendidikan di SMA, ia melanjutkan pendidikannya di IKIP Sanata Dharma dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menyelesaikan pendidikannya di perkuliahan selama 4 tahun dari tahun 1988-1993, ia mendapat gelar kumload.lulus dari bangku perkuliahan ia langsung mengajar di SMA Kristal Dili, Timor-Timor, dari tahun 1993-1999. Pada tanggal 8 Juli 1996 , ia menikah dengan I Wayan Balik Sura Atmaja di Gereja Katedral Dili. Beliau dikaruniai dua orang putri. Tnggal 29 Agustus 1997,ia melahirkan putri pertamanya yang diberi nama Stefani Dewi Puspitasari. Tanggal 12 September 1998, ia melahirkan putri kedua yang diberi nama Regina Dyah Saraswati.
            Saat Timor-Timor mengalami jejak pendapat tahun 1999, Ia beserta keluarganya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, ia memilih bertempat tinggal di Magelang,tepatnya di Perum Pondok Rejo Asri Jln. Indrakila 1 no. 216 , Danurejo, Mertoyudan ,Magelang. Sekarang beliau bekerja di SMA Negeri 1 Mertoyudan, sebagai guru Bahasa Indonesia. Sedangkan suaminya bekerja di SMA Negeri 5 Magelang sebagai guru fisika. Ia sangat bahagia dengan kehidupannya bersama keluarganya.  

1 komentar:

  1. OK, terima kasih. Kali lain sebelum teks diunggah, mohon dicermati dulu (disunting. Gak percaya, lihat di paragraf 1 saja, berapa kesalahan tulis yang Anda lakukan.

    BalasHapus